Assalamualaikum Wr. Wb.
Dalam kesempatan kali ini saya akan memaparkan penjelasan mengenai "TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN DI ERA 4.0" artikel ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Media dan Teknologi yang diampu oleh ibu Hana Lestari, M.Pd
sebelum kita masuk ke pembahasan inti, mari kita ketahui pemaparan mengenai era 4.0 dan era-era sebelumnya.
Sebelum
revolusi industri terjadi ada zaman pra revolusi dimana semua kegiatan
dilakukan oleh tangan manusia tanpa bantuan tenaga mesin atau yang disebut
dengan pra industrial.
Revolusi industri 1.0 terjadi pada abad 17 sampai
awal abad ke-18, terjadi perubahan industri dari tenaga manusia ke mesin akibat
penemuan tenaga uap oleh para ilmuwan. Revolusi
ini menandai hadirnya industri manufaktur dalam skala masif.
Pabrik-pabrik yang memproduksi benda kebutuhan kita seperti sabun, motor,
hingga lemari bisa ada sekarang karena adanya revolusi industri ini.
Revolusi
industri 2.0 terjadi pada pertengahan abad ke-18 dimana revolusi ini ditandai
dengan pemanfaatan tenaga listrik untuk mempermudah serta mempercepat proses
produksi, distribusi, dan perdagangan. Simbol
penting yang menandai era ini adalah produksi berjalan yang dimulai oleh pabrik
mobil Ford.
Revolusi
industri 3.0 ini disebut sebagai revolusi informasi dimana terjadi ledakan
informasi digital. Berawal dari ditemukannya PLC (Programmable Logic Controller)
sehingga mesin industri dapat berjalan sendiri dan menyebabkan biaya produksi
makin murah. Revolusi
ini dimulai pada tahun 1960 an hingga 2010. Personal computer, internet,
smartphone menjadi penanda revolusi 3.0
Revolusi
industry 4.0 ini ditandai dengan Robot, artificial intelligence, machine
learning, biotechnology, blockchain, internet of things (IoT), driverless
vehicle. Repolusi ini merupakan salah satu pelaksanaan proyek strategi teknologi
modern Jerman 2020 (Germany High-Tech Strategy 2020). Strategi tersebut diterapkan
melalui peningkatan teknologi sektor manufaktur (industri), penciptaan kerangka
kebijakan strategis yang konsisten, serta penetapan prioritas tertentu dalam
menghadapi kompetisi global.
Revolusi
industri 4.0 telah mengubah hidup dan kerja manusia secara fundamental (mendasar).
Berbeda dengan revolusi industri sebelumnya, revolusi industri generasi ke-4
ini memiliki skala dan ruang lingkup yang
lebih luas. Kemajuan teknologi baru yang menyatukan dunia fisik, digital dan
biologis telah mempengaruhi semua keilmuan, ekonomi, industri dan pemerintah.
setelah mengetahui sedikit pemaparan mengenai sejarah dan perkembangan revolusi, mari kita masuk pada pembahasan inti.
Teknologi
Pendidikan dan Pembelajaran di Era Revolusi Industri 4.0
Definisi
Teknologi Pendidikan menurut AECT 2004, “Educational technology is the study and ethical practice of
facilitating learning and improving performence by creating, using, and
managing appropriate technological processes and resources “.
Teknologi pendidikan adalah studi dan etika praktik dalam upaya memfasilitasi
pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan cara menciptakan, menggunakan atau
memanfaatkan dan mengelola proses dan sumber-sumber teknologi yang tepat.”
Dalam definisi ini menerangkan bahwa pembelajaran dipusatkan pada siswa, guru berfungsi sebagai fasilitator dan motivator dalam meningkatkan
proses belajar siswa. Hal ini sesuai dengan definisi Teknologi Pendidikan
sebagai studi dan etika praktek untuk menfasilitasi pembelajaran dan
meningkatkan kinerja melalui penciptaan, penggunaan, dan pengaturan proses dan
sumber daya teknologi.
Jika
diartikan menurut istilahnya secara umum, secara konseptual teknologi
pendidikan didefinisikan sebagai teori dan praktik dalam desain, pengembangan,
pemanfaatan, pengelolaan, penilaian, dan penelitian proses, sumber, dan sistem
untuk belajar. Definisi tersebut mengandung pengertian adanya komponen dalam
pembelajaran, yaitu teori dan praktek; desain, pengembangan, pemanfaatan,
pengelolaan, penilaian, dan penelitian; proses, sumber, dan sistem; dan untuk
belajar. Teknologi pendidikan mencakup sistem lain yang
digunakan dalam proses mengembangkan kemampuan manusia.
Sedangkan
teknologi pembelajaran merupakan suatu bidang kajian khusus ilmu pendidikan
dengan objek formal “belajar” pada manusia secara individu maupun kelompok. Hal
ini karena belajar tidak hanya berlangsung dalam lingkup sekolah,
melainkan juga pada organisasi misalnya keluarga, masyarakat, dunia usaha,
bahkan pemerintahan. Belajar dapat di mana saja, kapan saja dan siapa saja,
mengenai apa saja, dengan cara dan sumber apa saja yang sesuai dengan
kondisi dan kebutuhan.
Istilah
teknologi pembelajaran mencakup banyaknya lingkungan pemanfaatan yang
menggambarkan fungsi teknologi dalam pendidikan secara lebih tepat; dapat
merujuk baik pada belajar maupun pembelajaran, dan pemecahan masalah
belajar/fasilitas pembelajaran, teknologi pembelajaran merupakan suatu bidang
inovasi dalam bidang pendidikan.
Jadi, di era revolusi industri 4.0 juga mengubah cara pandang tentang pendidikan.
Perubahan yang dilakukan tidak hanya sekadar cara mengajar, tetapi jauh yang
lebih mendasar, yakni perubahan cara pandang terhadap konsep pendidikan itu
sendiri. Untuk bisa menghadapi semua tantangan tersebut, syarat penting yang
harus dipenuhi adalah bagaimana menyiapkan kualifikasi dan kompetensi guru yang
berkualitas. Pasalnya, di era revolusi industri 4.0 profesi guru makin
kompetitif.
Setidaknya
terdapat lima kualifikasi dan kompetensi guru yang dibutuhkan di era 4.0 diantaranya adalah:
- Educational competence, kompetensi mendidik/pembelajaran berbasis internet of thing sebagai basic skill di era ini;
- Competence for technological commercialization, punya kompetensi membawa siswa memiliki sikap entrepreneurship (kewirausahaan) dengan teknologi atas hasil karya inovasi siswa;
- Competence in globalization, dunia tanpa sekat, tidak gagap terhadap berbagai budaya, kompetensi hybrid, yaitu global competence dan keunggulan memecahkan problem nasional;
- Competence in future strategies, dunia mudah berubah dan berjalan cepat, sehingga punya kompetensi memprediksi dengan tepat apa yang akan terjadi di masa depan dan strateginya, dengan cara joint-lecture, joint-research, joint-resources, staff mobility dan rotasi, paham arah SDG’s, dan lain sebagainya.
- Conselor competence, mengingat ke depan masalah anak bukan pada kesulitan memahami materi ajar, tapi lebih terkait masalah psikologis, stres akibat tekanan keadaan yang makin komplek dan berat.
demikian artikel tentang teknologi pendidikan dan pembelajaran di era revolusi 4.0 yang bisa saya paparkan kali ini, semoga dengan keterbatasan ilmu yang saya punya ini dapat menambah barakah dan pengetahuan bagi pembaca. mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan kata, nama, tahun atau semacamnya. semoga bermanfaat. terimaksih.
SEMANGAT BELAJAR!
Wassalamua'laikum Wr. Wb.


